Selasa, 25 Januari 2011

artikel robot

Robot Buatan Anak-anak, Ide Sederhana tapi Brilian

Kamis, 30 Juli 2009 | 10:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com ? Kepintaran dan kreativitas anak-anak semakin cemerlang. Tidak hanya orang dewasa yang bisa bikin robot, anak kecil siapa bilang enggak bisa. Di perhelatan akbar INAICTA 2009, banyak siswa-siswi SD ataupun SMP yang mengembangkan robot untuk dinominasikan.

Uniknya, banyak dari mereka yang bikin robot dengan tema membantu pekerjaan rumah tangga. Ada robot pembersih ruangan hingga mengepel. Idenya pun sederhana dan agak berbeda dengan minat pengembangan robot di kalangan mahasiswa yang umumnya lebih kepada keterampilan robot dan kecerdasannya.

Siswa di SMP Penabur Gading Serpong, Michael Limanto, Gerald Sebastian, dan Patrick Wicaksono, membuat robot Delta Easy Water Supply. Idenya kan orangtua capai baru pulang kantor. Anak disuruh ngambil air minum mengapa enggak dispensernya jalan aja sih, kata Michael, si pencetus ide awal, kemudian ia bergabung dengan dua temannya untuk membuat implementasinya.

Jadi, kalau capai ambil minum tinggal pakai remote memanggil robot berbentuk botol air minum ukuran 1 liter dengan roda di bawahnya. Robot tersebut layaknya manusia punya dua lengan, yang kanan berbentuk wadah untuk menaruh gelas kecil dan yang kiri berbentuk sedotan yang terhubung dengan botol yang berisi air minum. Robot tersebut akan mengeluarkan air minum dari sedotan ke gelas.

Ini juga bisa diisi teh atau kopi. Pengennya generasi ke depan bikin heater dan enggak cuma botol, tapi diganti pakai galon, kata Gerald yang masih duduk di kelas II SMP. Adapun dua temannya yang lain duduk di kelas III SMP.

Robot ini sangat murah dan unik. Ada lampu mainan anak-anak biar keliatan kalau mati lampu, pompa whiper mobil bekas, kardus, koran, sumpit buat nahan-nya, botol air minum, kaca, dan acrylic. Ada sensor untuk anterin ke orang yang haus dan sensor berat, ujar Patrick dan Gerald.

Lain lagi dengan Miskawain Hendrawan, murid kelas IV SD Techno Nature. Ia beserta tiga kawannya membuat robot pemblender. Seperti namanya, kita bisa langsung tahu fungsinya. Robot ini terdiri atsa interface, batere, teko, dan dua silet sebagai pisau blendernya.

Lucunya ia belum pernah mencobanya untuk memblender apa pun. Paling cabai, ujar Miska. Ia juga mengakui, semua alat pinjam dari sekolah. Kalau menang nanti dibongkar, alat-alatnya dibalikin ke sekolah, ungkapnya dengan polos. Ia sendiri juga mengaku presentasi karya tersebut sendirian karena tim yang lain sakit dan berhalangan hadir.

Cita-cita kalau sudah gede pengin buat robot lagi, tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar