Selasa, 11 Januari 2011

artikel bahayanya terasi


Terasi Dapat Menyebabkan Kematian
Banyak 365 ton terasi beracun di simpan di sejumlah gudang di Jakarta.Bingung memusnahkannya.
TERASI ,bahan utama sambal atau penyedap masakan ,yang berwarna hitam atau kemerahan dan berbau”aduhai”itu,sering dicari ibu rumah tangga .Tapi waspada ,jangan buru-buru beli terasi murah . Tercatat ,ada 365 terasi beracun yang di ragukan masih di simpan di sejumlah gudang di Jakarta .Sudah 6 bulan terasi itu di gudang dan konon sudah di segel serta dalam pengawasan ketat Departemen Kesehatan.Keberadaan terasi itu sendiri sangat menggelisahkan Djailani,Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat . Ia tak tahu lagi mau di kemanakan barang berbahaya itu .Jika di buang Djailani belum ketemu lokasi pembuangan yang tepat . Ada usul : berikan saja pada ternak . Gagasan ini di tolak. Sebab, terasi itu mengandung rbodamin-B yang bersifat karsinogen alias bertensi merangsang tumbuhnya sel-sel kanker .Pemakannya bias kena penyakit dan pada gilirannya manusia yang memakan daging ternak itu juga terkontaminasi “jadi, kami tak bias gegabah,”ujarnya . Namun , GATRA yang melacak di sekitar pergundangan di Jalan Kunir,Jakarta Barat,Kamis pecan lalu,belum menemukan gudang-gudang yang di segel itu . Padahal di gudang itu ada sekitar 18,88 ton terasi beracun pesanan Tan Bun Tiong. GATRA  belum berhasil menghubungi pemesanannya.
Terasi beracun ini bermula dari pengiriman terasi dari Pelabuhan Bagansiapiapi,Sumatra Utara . Ada dua kapal motor pengangkut terasi,yaitu Surya Nusantara yang membawa 373 ton pada 7 Mei ,dan Mekar Sejahtera yang mengapalkan terasi dua pecan kemudian .Tak jelas berapa ton terasi yang diseberangkan Mekar .Nama pemilik dua kapal dan produsen terasi di Sumatra Utara itu juga tak jelas .
Kala di berangkatkan ,Kantor Kesehatan Pelabuhan(KKP)Bagansiapiapi mendapat laporan bahwa kedua kapal itu membawa terasi terasi yang kurang baik pengelolaanya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar